Tiap orang memiliki frekuensi berbeda dalam hal buang uang air kecil. Namun, Wanita lebih dominan  daripada pria dalam melakukan aktifitas ini, sebab volume kandung kemih wanita lebih besar dari pada laki-laki. Pria memakan waktu lebih lama untuk memenuhi kandung kemihnya sehingga mereka lebih jarang buang air kecil. Akan tetapi faktor lain yang mempengaruhi pada frekuensi kencing adalah tergantung banyak-sedikitnya Anda minum, cuaca udara, dsb

Berikut ini fakta menarik dari http://cara-mengobati.com yang patut dikenali penyebab terlalu sering buang air kecil atau kencing.

Kencing terlalu sering karena Infeksi Saluran Kemih (ISK). ISK adalah penyebab utama peningkatan frekuensi buang air kecil.

Kencing terlalu sering karena Diabetes. Sering buang air kecil sering merupakan gejala awal dari diabetes saat tubuh mencoba untuk membersihkan diri dari glukosa yang tidak digunakan melalui urin.

Kencing terlalu sering karena Prostatitis akut. Prostatitis akut adalah pembengkakan dan iritasi kelenjar prostat yang berlangsung cepat. Prostatitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri pada kelenjar prostat yang menyebabkan dinding kandung kemih menjadi sensitif. Kandung kemih mulai berkontraksi bahkan ketika masih memiliki sejumlah kecil urin.

Kencing terlalu sering karena Pembesaran prostat. Sering merasa ingin kencing, terutama di malam hari, adalah salah satu gejala dini pembesaran prostat jinak (BPH), yang banyak terjadi pada pria di atas usia 40 tahun.

Kencing terlalu sering karena Menstruasi. Hormon dalam tubuh perempuan berubah terus sepanjang bulan. Tepat sebelum menstruasi biasanya kelembaban wanita meningkat. Dalam beberapa hari menstruasi, kelembaban ekstra itu meninggalkan tubuh sehingga meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Kencing terlalu sering karena Kehamilan. Pada minggu-minggu awal kehamilan rahim mengalami perkembangan sehingga menekan kandung kemih, menyebabkan sering buang air kecil.

Kencing terlalu sering karena Sistitis interstisial. Radang dinding kandung kemih kronis yang tidak diketahui penyebabnya ini ditandai dengan nyeri di daerah kandung kemih dan panggul. Gejala utama sistitis adalah dorongan kuat untuk buang air kecil, setiap kalinya hanya mengeluarkan sejumlah kecil urin (Jawa: anyang-anyangen).

Kencing terlalu sering karena Kafein. Kafein menghambat kerja hormon antidiuretik (ADH). Hormon itu memastikan bahwa tidak terlalu banyak air dalam urin. Hambatan terhadap ADH membuat produksi air urin meningkat. Disarankan bahwa untuk setiap cangkir kopi Anda meminum segelas air putih untuk mengisi kekurangan tersebut.

Kencing terlalu sering karena Obat-obatan. Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dapat membuat Anda lebih sering pipis untuk sementara dan kembali normal setelah Anda berhenti minum obat.

Kencing terlalu sering karena Stroke atau penyakit neurologis lainnya. Kerusakan saraf yang mengendalikan kandung kemih dapat menyebabkan masalah fungsi kandung kemih, termasuk dorongan untuk buang air kecil yang terlalu sering dan tiba-tiba.

Kencing terlalu sering karena Kandung kemih terlalu aktif. Beberapa orang sering buang air kecil terutama di malam hari. Gejala ini disebut nokturia dan biasanya mempengaruhi orang berusia lebih dari 50 tahun, ibu hamil, pria dengan kanker prostat dan gagal jantung. Normalnya, produksi urin di malam hari berkurang sehingga Anda dapat tidur dengan damai. Dalam kasus nokturia, produksi urin tetap besar sehingga mengakibatkan sering buang air kecil.

Sumber lain beaufo.id menyebutkan, perlu diwaspadai masalah sering buang air kecil adalah, sbb:

Overactive Bladder (OAB) seringkali disebut Beser

adalah kondisi dimana kandung kemih berkontraksi tidak semestinya, menyebabkan desakan tiba-tiba untuk kencing. Ketika hal ini terjadi, pada beberapa orang menyebabkan juga terjadinya ’ ngompol’  (sedikit menetes sebelum dapat mencapai toliet), walaupun hal ini tidak selalu terjadi. Gejala lain dari OAB adalah sering ke toilet – delapan kali atau lebih selama 24 jam dan terbangun satu kali atau lebih pada malam hari untuk kencing.

Ketika anda mengalami OAB, maka otot detrusor berkontraksi disaat yang salah, yaitu sebelum kandung kemih Anda penuh. Hal inilah yang disebut sebagai terlalu aktifnya detrusor (otot yang melingkupi kandung kemih) atau ketidakstabilan detrusor. Anda akan merasa sangat tiba-tiba dan segera untuk berkemih dan Anda kemungkinan tidak dapat mengontrol kandung kamih Anda walaupun hanya untuk beberapa detik. Anda mungkin akan berkemih selama waktu tidur, setelah meminum air atau bahkan ketika Anda mendengar air mengalir

OAB bukanlah bagian dari proses penuaan dan bukanlah suatu kondisi yang wajar. Oleh karenanya OAB bukan hanya problem fisik – hal ini dapat memberikan efek yang serius terhadap kehidupan Anda.  Pasien dengan OAB biasanya akan mengalami kekhawatiran untuk mengunjungi tempat- tempat baru, atau bahkan untuk meninggalkan rumah dan mereka biasanya tidak dapat menikmati hidup tanpa bebas gangguan berkemih.

OAB juga dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius. Penderita dengan kondisi seperti ini biasanya dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, ulkus pada kulit, problem tidur, depresi dan kondisi medis lainnya. Mereka juga mempunyai resiko untuk jatuh dan patah tulang oleh karena seringnya terburu-buru bangun malam hari untuk berkemih. Penderita OAB menyebabkan 26% resiko untuk jatuh dan 1/3 nya mengalami patah tulang. Jatuh dan patah tulang, inilah yang menyebabkan untuk mendapat perawatan di rumah sakit atau fasilitas perawatan lainnya yang memerlukan waktu lama.