3. Warna Batik

 

Kunjungi tailor terbaik jakarta  , dan kamu juga bisa memesan kemejamu di distributor kemeja flanel

Yang perlu diperhatikan dalam memilih warna batik adalah warna dominan dasar batik atau biasa disebut background. Warna dasar inilah yang bisa digunakan sebagai patokan Anda ketika memilih batik untuk dapat dipadu padankan dengan pakaian lainnya.

Warna gelap atau terang tergantung pilihan Anda untuk acara yang Anda kunjungi. Untuk acara kasual Anda bisa menggunakan warna-warna yang cerah, seperti merah, kuning, atau ungu. Sedangkan untuk acara formal Anda bisa memilih warna yang lebih gelap atau monokrom (hitam/putih).

 

4. Motif Batik

 

Pastikan bahwa perpaduan antara warna motif batik dengan warna dasar batik sesuai dan serasi. Jika anda memiliki tubuh yang besar, pilihlah baju batik yang memiliki motif geometris yang berukuran sedang, atau kombinasi motif geometris yang besar dengan yang ukurannya kecil agar sesuai dengan proporsi tubuh anda. Sedangkan bila anda memiliki tubuh yang mungil, jangan ragu untuk memilih baju batik bermotif geometris berukuran sedang agar bentuk tubuh tampak lebih proporsional.

 

5. Batik Casual atau Formal

 

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli baju batik, tentukan baju batik ini untuk acara formal, semi formal ataukah batik casual? Tidak ada patokan khusus batik mana yang kasual dan mana yang formal, tetapi tidak lucu kan jika Anda salah kostum karena salah pilih motif batik? Anda harus bisa membedakan batik mana yang kasual dan batik mana yang formal.

 

Untuk busana kasual sebaiknya anda memilih baju batik yang bercorak fauna dan flora. Selain itu usahakan batik berada dalam paduan warna yang cerah sehingga memberi kesan aktif dan ceria. Selain itu, untuk gaya kasual, kenakan busana berpotongan simpel dengan aplikasi atau detail menarik. Agar nyaman dipakai, untuk busana kasual pilihlah batik yang terbuat dari katun.

 

Untuk busana kerja, sebaiknya Anda memilih baju batik dengan kombinasi warna gelap atau pastel, serta bercorak geometris agar penampilan anda menjadi tetap terlihat rapi, dan formal. Pastikan anda memilih desain busana batik yang simpel namun tegas, sehingga tetap berkesan profesional. Hanya jika diperlukan bisa ditambah detail atraktif yang terkesan minimalis, seperti opnaisel, ploi, saku, atau tali pinggang. Selain itu pilihlah baju batik yang terbuat dari katun dan tambahkan superlining sebagai pelapis dalam (furing) agar jatuhnya busana terlihat lebih tegas dan rapi.

 

Apabila anda ingin membuat busana pesta atau resmi dari kain batik, anda bisa menggunakan berbagai jenis motif dan paduan warna.

 

Yang penting adalah memilih warna serta motif batik yang sesuai dengan jenis acara yang akan dihadiri (suasana pesta). Apakah bertema internasional atau tradisional. Jika pestanya international, Anda bisa menggunakan busana batik dengan potongan gaun selutut atau panjang, bermaterial sifon atau silk.

 

Bisa juga kenakan gaun yang potongannya seperti ‘litte black dress’ tanpa lengan. Pilihan ini dinilai cukup aman, dengan tambahan sedikit mutiara, mengingat motif kain batik yang sudah ramai, jadi jangan gunakan perhiasan yang berlebihan.

 

Sementara untuk pesta tradisional, Anda bisa menggunakan kebaya dengan kain batik. Perlu diingat, pasangkan atasan polos dengan kain batik, begitu pula sebaliknya. Atasan batik, dengan bawahan polos.

 

“Bisa pakai kebaya polos dan kain batik. Kebayanya model kutu baru atau kebaya kurung dengan bukaan depan. Kalau yang berhijab bisa dengan kebaya kurung, karena tidak membentuk tubuh,”.

 

Sedangkan untuk acara yang lebih resmi, di luar pergi ke pesta, cobalah gunakan motif batik modern dengan warnanya klasik, seperti cokelat, krem atau abu-abu agar terlihat lebih elegan. Tambahan payet di bagian leher, pergelangan tangan atau dada juga bisa jadi pilihan untuk memberikan kesan mewah.

 

Jadi sebelum Anda memakai batik ada baiknya Anda memperhatikan ke 5 hal tersebut.