Susah gak sih menjadi trainer? Apa saja yang harus diperhatikan kalau ingin menjadi trainer yang hebat? Kompetensi apa saja yang harus dibangun? Bagaimana proses belajarnya?

Salah satu kompetensi seorang trainer adalah kemampuan dalam melaksanakan pelatihan tatap muka. Tidak semua orang mudah untuk berbicara dan mengkomunikasikan ide di depan audiens. Untuk itu saya memberikan sejumlah tips yang bermanfaat saat Anda berkomunikasi dengan audiens.

1.Memasuki ruang dari arah samping kiri audience. Di saat Anda memasuki ruang, mata tiap audience yang ada di ruang itu akan tertuju cuman pada Anda. Tiap orang memantau, membuat penilaian, membuat asumsi, dan cari langkah untuk membenarkan pemahaman atau pemahaman awalnya. Dengan memasuki ruang dari arah kiri audience, akan menyebabkan mata dan kepala beberapa audience bergerak arah ke kiri, dan dengan begitu menstimulasi otak belahan kanan yang memiliki sifat tidak mengadili untuk bekerja. Dengan tidak aktifnya kekuatan analitis belahan kiri untuk beberapa waktu, audience semakin lebih berlaku terbuka dan terima.

2.Kelola bahasa badan Anda. Salah satunya hal pertama kali yang akan dilihat oleh audience ialah bahasa badan Anda. Kenapa? Karena indera paling kuat ialah mata. Jalur saraf dari mata ke otak 25 kali semakin besar dibanding jalur saraf dari telinga ke otak. Lewat bahasa badan Anda, audience bisa ketahui apa yang Anda rasa dan pikirkan semata-mata dari pergerakan dan langkah Anda berdiri. Keharmonisan keadaan batin dan fisiologi lahiriah Anda benar-benar mempunyai pengaruh. Karena itu tidak ada kelirunya saat sebelum tampil, Anda latihan memperlihatkan sikap optimis, ketertarikan, dan keseriusan. Tariklah napas panjang. Mengeluarkan seluruh pengetahuan, ketrampilan, dan kepercayaan sebagai dasar keyakinan diri Anda. Tersenyumlah dan diamkan badan Anda ekspresikan keadaan batiniah Anda yang begitu.

3.Bangun hubungan melalui penglihatan mata Anda. Audience akan berasa suka bila seolah-olah Anda bicara cuman ke mereka. Berkontak mata dengan menyengaja sama dengan menjelaskan ke audience jika mereka penting untuk Anda. Saat berbicara dalam pelatihan, lakukan contact mata dengan 1 orang sepanjang tiga sampai lima detik. Selanjutnya lihatlah muka lainnya dan sepasang mata lain. Tataplah mata mereka. Bicaralah ke mereka, dan jaga contact mata saat Anda bersiap-sedia mengulang skema “pembicaraan melalui mata” ini dengan tiap audience yang ada dalam ruang itu.

4.Berbisik. Dalam tiap presentasi, ada kata, pengakuan dan beberapa hal penting yang pantas dikenang. Dalam kelas, berikan ini dengan berbisik. Bisikan akan mengubah konsentrasi audience. Di tengah sebuah kalimat, kecilkan suara Anda jadi bisikan, dan perhatikan bagaimana audience mencondongkan badan mereka pada intonasi perlahan-lahan Anda. Bisikan manfaatkan konsep macam suara buat tingkatkan perhatian. Ssesekali pakai langkah ini untuk mengoptimalkan keefektifannya. Ingat-ingatlah untuk mencondongkan badan di depan dan riakan muka Anda saat Anda siap-siap untuk berbisik.

5.Interval. Pas saat sebelum Anda sampaikan satu point utama, berhenti sajalah bicara sepanjang 3-5 detik. Di saat itu, tidak boleh bergerak, jaga contact mata, dan berlakulah seolah-olah Anda sedang menimbang perkataan Anda seterusnya. Audience akan mencondongkan badan dan memiringkan kepala mereka, menunggu dengan berharap. Katakan pertimbangan Anda dengan kejelasan, kepercayaan, dan kegairah. Sering, karena kegairahan pada materi presentasi, trainer secara cepat bergerak dari 1 point ke point lain. Mengakibatkan, semua isi presentasi kedengar sama nilainya. Anda bisa menyelingi tiap point dengan interval. Dengan menyengaja ambil interval, Anda memberikan waktu untuk diri Anda untuk mendapat nafsu, memperoleh perhatian, dan sampaikan pesan Anda dengan tepat.

6.Musik. Musik secara baik bisa memengaruhi beberapa audience Anda. Riset memperlihatkan jika musik barok pertajam pengetahuan dan ingatan pada materi, khususnya saat diputar sepanjang belajar, dan membaca di saat awalnya. Putarlah musik barok dengan volume rendah saat Anda lakukan presentasi dan saat beberapa audience mengulang atau merenungkan materi presentasi. Musik berlainan memberinya hasil berlainan. Misalnya, musik pop dinamis yang diputar sepanjang interval dan peralihan akan menyemangati beberapa audience Anda. Gunakan musik untuk menentramkan, memberikan ide, membuat suasana hati, mengidentifikasi peralihan, dan menghidupkan emosi. Bunyi special-effect dan lagu (theme song) mendatangkan hati keceriaan.

7.Surfing. Berseluncur (surfing) ialah elastisitas Anda untuk menukar topik dan sesuaikan dengan keperluan audience di saat itu juga. Sebagai seorang trainer yang efisien, Anda awalnya, secara eksklusif, membuat materi dan proses untuk penuhi keperluan bermacam dari beberapa audience. Tetapi, ada saat saat audience, lewat hubungan, pertanyaan, dan komentar mereka, masuk sektor pertimbangan yang baru, atau yang searah dengan itu. Berikut kesempatan Anda untuk ikuti jalan pemikiran mereka, selanjutnya secara perlahan-lahan tuntun mereka kembali lagi ke ide awalnya. Berseluncur (surfing) ialah satu jalan keluar untuk secara eksklusif penuhi keperluan berkaitan beberapa audience Anda. Diamkan diri Anda berseluncur lewat jadwal yang belum dijumpai bersama dengan audience. Anda akan terpana dengan hasilnya. Ingat: berselancarlah lumayan lama untuk penuhi keperluan beberapa audience dan kembalilah.

8.Gugup. Rasa gugup ini wajar dialalmi oleh baik trainer baru atau lama. Anda bisa kurangi 75% rasa gugup ini lewat penyiapan yang bagus dan banyak latihan; 15% dengan menarik napas panjang, dan bekasnya 10% dengan menarik penyiapan psikis. Mark Twain, salah seorang trainer paling mahal pada jamannya menjelaskan, “Saya, sedikitnya, perlu tiga minggu untuk menyiapkan pidato tiba-tiba.” Siapkan energi dan waktu untuk penyiapan dan latihan, terutamanya untuk pembukaan presentasi, karena berikut peristiwa saat rasa gugup menangkap. Ambil napas dalam-dalam dan tahan sepanjang empat sampai lima detik. Mengeluarkan dengan hembusan perlahan dan termonitor. Selanjutnya ambil napas dalam kembali, dan ulang beberapa langkah ini. , kontrol suara negatif di pikiran Anda. Jejali pemikiran Anda dengan afirmasi-afirmasi positif yang bisa memberinya kemampuan dan kepercayaan. Pada akhirnya, ingat-ingatlah untuk memusatkan pemikiran Anda pada audience. Dengan begitu, tidak ada waktu untuk mencemaskan diri kita.

9.Kertas jiplakan. Kertas jiplakan membuat keyakinan diri dan menolong Anda untuk ingat apa yang perlu disebutkan dan dilaksanakan. Berikut ini ialah 3 ide simpel.

10.Flipcharts. Catat secara kabur dengan pensil di atas kertas. Audience tidak dapat kemungkinan dapat menyaksikan kalimat itu. Sepanjang presentasi, Anda bisa menulis ulang kalimat dengan pensil itu dengan spidol berwarna-warni.

11.Overhead. Tempatkan catatan-catatan di atas lembar pelindung sel overhead.

12.Meja di Depan. Gantungkan kertas diagram yang berisi info penting Anda di muka meja barisan pertama. Lembar-lembaran ini menghadap Anda, tetapi beberapa audience tidak bisa menyaksikannya.Kertas-kertas jiplakan sebagai piranti mengajarkan yang luar biasa. Dalam sekejap, Anda harus mengingatkan info di kertas jiplakan Anda lewat siaran visual dan perulangan. Tidak ada apa-apa menjiplak sedikit. Kira saja ini sebagai tehnik evaluasi.

Begitu panduan menjadi trainer yang luar biasa. Latihan, latihan dan latihan. Kemampuan sama dengan jam terbang. Anda bisa menjadi trainer yang luar biasa bersamaan dengan jam terbang Anda lakukan pelatihan.

Apa Anda seorang trainer yang memerlukan platfrom pembelajaran online buat mengajarkan? Kami menghadapkan Anda dengan calon siswa dengan biaya sangat minimum. Anda dapat menentukan harga kelas Anda sendiri dan atur agenda kelas sendiri. Segalanya serba fleksibel. Datangi web www.interskill.id