Ijazah homeschooling sudah diakui secara undang-undang sehingga tidak perlu ragu mengenai sistem belajar mandiri satu ini. Tak hanya itu, pemerintah sekarang juga sudah mendukung penuh akomodasi dan kesetaraan anak-anak homeschooling.

Lalu, apakah ijazah yang dimiliki anak homeschooling bisa digunakan untuk mendaftar di Perguruan Tinggi? Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan lengkap mengenai cara mendaftar Perguruan Tinggi dengan ijazah dari sistem belajar homeschooling.

Cara Masuk Perguruan Tinggi dengan Ijazah Homeschooling

Untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, syarat yang diperlukan adalah memiliki ijazah tingkat SMA. Bagi anak-anak homeschooling, ijazah yang digunakan adalah ijazah Paket C, di mana bisa didapatkan setelah melakukan ujian kesetaraan.

Perlu diketahui, anak-anak homeschooling tidak bisa masuk Perguruan Tinggi melalui jalur undangan dengan sistem pendaftaran yang ada saat ini. Namun, anak homeschooling masih bisa mengikuti tes masuk Perguruan Tinggi melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi atau SBMPTN dan jalur mandiri.

Sebelum masuk Perguruan Tinggi, anak homeschooling perlu melakukan ujian paket C atau setara SMA dengan syarat sudah memiliki ijazah paket B atau setara SMP. Sementara ujian paket B dilakukan setelah memiliki ijazah paket atau ijazah SD.

Karena itu, tidak bisa langsung ujian paket C karena harus dilakukan setahap demi setahap. Ketika mendaftar ke Perguruan Tinggi, ijazah paket C memang hanya menjadi syarat administratif. Akan tetapi, agar bisa diterima di Perguruan Tinggi pilihan, maka harus bisa bersaing dengan peserta ujian lainnya.

Macam-macam homeschooling yang Perlu Diketahui

Meski secara umum pembelajaran homeschooling merujuk pada program belajar di rumah, namun ternyata masih diklasifikasikan lagi ke beberapa model. Beberapa model pembelajaran homeschooling yang perlu diketahui, yakni:

Model School at Home

Model homeschooling satu ini menggunakan sistem pembelajaran sekolah konvensional sebagai acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran. Materai belajar yang disampaikan pun sama dengan sekolah formal, hanya saja pelaksanaannya dimodifikasi sesuai kondisi di rumah.

Ciri dari pembelajaran model School at Home adalah adanya kurikulum, buku teks, guru atau tutor yang mengajar sesuai mata pelajaran, dan ujian. Karena itu, model School at Home cocok untuk keluarga yang berencana homeschooling sementara dan ada keinginan mengirim anak ke ke sekolah konvensional nantinya.

Model Unschooling

Berbanding dengan model pertama, Unschooling merupakan model pembelajaran homeschooling yang tidak terstruktur. Model ini tidak mengacu pada kurikulum, namun menggunakan kebutuhan dan kehidupan anak sebagai basis untuk menerapkan kegiatan belajar. Model seperti ini biaya homeschooling akan sangat lebih murah.

Model Classical

Selanjutnya, ada model pembelajaran Classical yang dirancang berdasarkan pemikiran para filsuf Yunani dan Romawi berabad-abad lalu. Model Classical mengembangkan konsep belajar yang dikenal dengan Trivium, di mana terdapat tiga urutan proses belajar, yakni grammar, logic, dan rhetoric.

Itu dia beberapa informasi mengenai cara masuk ke Perguruan Tinggi menggunakan ijazah homeschooling. Dengan homeschooling, anak distimulasi untuk lebih cerdas dalam berbagai aspek pendidikan sehingga bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.