Science and Nature – Laman 61 – IAIN PAREPARE MEDIA

Manusia purba adalah manusia yang hidup di jaman pra sejarah. Manusia purba diperkirakan hidup pada zaman Pleistosen, yakni era yang berlangsung pada 2.580.000 hingga 11.700 tahun yang lalu. Era Pleistosen dibagi menjadi 3 masa, yakni Pleistosen awal, Pleistosen tengah, dan Pleistosen akhir.

Para peneliti menemukan banyak jenis manusia purba yang tersebar di seluruh dunia. Berikut daftar jenis-jenis manusia purba di dunia:

  1. Ardipithecus Ramidus

Fosil manusia purba ini pertamakali ditemukan di Ethiopia, Afrika Timur oleh Yohannes Haile pada tahun 1994 lalu dan sering disebut ‘Ardi’.

 

Manusia pra aksara yang diperkirakan hidup sekitar 4,4 juta tahun yang lalu ini ditemukan sebagian tubuhnya saja yang berupa tengkorak, gigi, tangan, kaki, dan tulang panggul yang berjumlah 35 bagian.

 

Saat ditemukan, fosil Ardipithecus Ramidus berada di sekitar fosil hewan yang menunjukkan bahwa mereka hidup di hutan belantara.

 

Manusia purba ini diketahui memiliki tinggi sekitar 120 cm, berat sekitar 50 kg, pemakan daun dan buah-buahan, serta mamalia kecil. Memiliki otot kaki yang sangat besar dan volume otak yang sama dengan milik simpanse.

 

Walaupun demikian, gigi seri dan taring manusia purba ini lebih besar daripada kera. “Ardi” juga diyakini pandai memanjat pohon dan berjalan tegak seperti manusia, sangat berbeda dengan kera yang berjalan bungkuk.

 

  1. Australopithecus Africanus

Australopithecus Africanus diperkirakan hidup sekitar 3,3 hingga 2,1 jutan tahun yang lalu. Fosil manusia purba yang satu ini ditemukan pada tahun 1924 oleh anak-anak di daerah Taung, dekat Vryburg, Afrika Selatan.

 

Kemudian diteliti oleh Prof. Raymond Dart dan diberi nama Australopithecus Africanus, yang artinya “Kera dan selatan Afrika”.

 

Kurang lebih dibutuhkan waktu sekitar 20 tahun bagi para peneliti untuk meyakinkan bahwa Australopithecus Africanus termasuk dalam kategori manusia.

 

Hal ini dikarenakan manusia purba ini memiliki anatomi kombinasi dari fisik manusia dan fisik kera. Dimana, lengannya yang panjang dan lekukan wajahnya kuat.

 

Bukan hanya itu, bagian tulang kaki, tulang panggul, tulang paha, bahu, dan tangannya mengindikasikan sering dipakai untuk berjalan seperti manusia.

 

  1. Sinanthropus Pekinensis

Fosil Sinanthropus Pekinensis ini pertamali ditemukan di Zhoukoudian (Zhou Kou Tien), dekat Beijing, Tiongkok.

 

Daerah tersebut seringkali disebut Peking sehigga membuat fosil manusia purba ini dinamai sebagai manusa Peking Man.

 

Manusia purba yang diperkirakan hidup sekitar 780.000-230.000 tahun yang lalu ini dikelompokkan sebagai manusia purba berdasarkan giginya yang ditemui oleh arkeolog bernama Davidos Black pada tahun 1927.

 

Meskipun disebut manusia purba, namun volume otaknya diperkirakan mencapai 1.000 cm3 hingga 300 cm3, yang sama seperti otak manusia sekarang ini.

 

Dengan ciri-ciri tersebut mereka mirip dengan manusia purba yang ditemukan di Indonesia, yaitu Pithecanthropus Erectus. Namun, yang membedakannya adalah kapasitas Sinanthropus Pekinensis yang lebih besar serta gigi taring lebih rapih yang tidak tumpang tindih.

 

  1. Homo Rhodesiensis

Manusia purba yang diperkirakan hidup sekitar 400.00 hingga 125.000 tahun yang lalu ini pertamakali ditemukan oleh Tom Zwiglaar di tahun 1921 dengan tidak sengaja menemukan fosilnya ketika sedang mencari bijih besi di sebuah gua di Rhodesia Utara (sekarang Zambia), Afrika Timur.

 

Homo Rhodesiensis memiliki fisik seperti bagian punggung alis yang besar serta lebar, hidung besar, kening menonjol, ditambah tonjolan di bagian belakang tengkorak.

Bukan hanya itu, manusia purba yang satu ini juga sudah berjalan tegak, sehingga disebut sebagai African Neanderthal.