Membangun infrastruktur yang lebih modern dengan memanfaatkan energi terbarukan merupakan suatu program yang sedang banyak dijalankan oleh perusahaan Sarana Multi Infrastruktur sebagai badan pembiayaan infrastruktur. Anda akan mengetahui berbagai jenis alokasi dana yang diberikan untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur dari PT SMI

Langkah Pembangunan Infrastruktur di Indonesia

Saat ini, pemerintah lebih fokus untuk mengembangkan berbagai sarana infrastruktur yang memanfaatkan energi terbarukan. Terdapat banyak jenis proyek yang didanai oleh PT Sarana Multi Infrastruktur ini. Untuk bisa mendapatkan dana pembangunan ini, perusahaan membangun sebuah program Green Bond untuk memfasilitasi segala bentuk pembangunan

Beberapa jenis proyek yang dikategorikan sebagai pengembangan yang memberi manfaat bagi lingkungan yaitu diantaranya sektor efisiensi energi, energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, pencegahan polusi berkelanjutan, dan pengelolaan air limbah berkelanjutan. Sudah terdapat banyak proyek yang berjalan dengan fasilitas Green Bond PT SMI

Proyek yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur dengan teknologi terbarukan ini memiliki fokus utama dalam sektor transportasi ramah lingkungan dengan dibiayai dana sebesar Rp 63,7% dan energi terbarukan sebesar 36,3%. Oleh karena itu, apabila perusahaan anda sedang melakukan pembangunan ramah lingkungan bisa mengajukan pembiayaan melalui SMI

Jenis Pembangunan yang Telah Diselesaikan

1. PLTA Tunggang Bengkulu

Salah satu jenis proyek yang dari Green Bond PT SMI yang sudah bisa digunakan dan dimanfaatkan yaitu pembangunan PLTM atau Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro yang ada di Tunggang Bengkulu. Pembangunan infrastruktur ini dilakukan dengan memanfaatkan aliran sungai Ketahun yang ada di Bengkulu untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan Bengkulu dan sekitarnya

Skema yang digunakan pada proyek ini yaitu Run Off dengan memanfaatkan energi potensial. Penempatan lokasi PLTM ini berada pada jarak 25 km dari desa Tunggang. Sedangkan jika diukur dari pusat kota maka memiliki jarak sekitar 146 km. Kekuatan atau kapasitas dari PLTMH di Bengkulu ini yaitu 10 Megawatt untuk menghasilkan aliran listrik langsung

Proses pembuatan infrastruktur ini telah selesai di akhir tahun 2021 dan mulai beroperasi pada 25 Desember 2021. Proyek yang dilakukan yaitu berkaitan dengan pembangunan bendungan, head pond, intake, tail race, waterway, tunnel dan berbagai jenis kebutuhan lainnya. Power house pada PLTMH ini mampu menyimpan 3 generator dan 3 unit turbin

2. Transportasi Ramah Lingkungan (LRT)

Jenis infrastruktur lain yang dibangun dengan menggunakan dana Green Bond PT SMI di sekitaran Jabodetabek. Alokasi dana yang dikeluarkan untuk bisa memenuhi infrastruktur tersebut yaitu mencapai 63,7%. PT Sarana Multi Infrastruktur ini mendukung aturan pemerintah untuk bisa mewujudkan peta transisi energi atau dikenal dengan Nte Zero Emission

2 jenis infrastruktur tersebut merupakan wujud dari pembangunan infrastruktur hijau. Segala bentuk pendanaan bisa didapatkan dengan mudah menggunakan Green Bond. Besaran dana yang diturunkan untuk Green Bond Berkelanjutan tahap I yaitu sejumlah Rp 500 Miliar dari total dana Penawaran Umum Berkelanjutan yang mencapai Rp 3 triliun