Kementan bersama dengan Himpunan Peternak Domba dorper Kambing Indonesia (HPDKI) merumuskan skema pembiayaan bisnis untuk kegiatan pembiakan dan pembibitan domba kambing yang berkelanjutan di Jakarta (25/4). Pembiayaan ini dapat memudahkan akses permodalan peternak sehingga mereka sanggup bersama dengan gampang mengembangkan usahanya.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Sugiono dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian bersama dengan HPDKI tengah menambah peran strategis pengembangan peternakan domba dan kambing. Arahnya terhadap 5 (lima) aspek yang menjadi keistimewaan ternak domba dan kambing.

Keunggulan tersebut diantaranya: (1) budidaya domba dan kambing sebagai kegiatan yang relevan bersama dengan pemberdayaan dan penggerak ekonomi penduduk pedesaan, (2) daging domba dan kambing sebagai alternatif sumber protein hewani dan alternatif pengganti tidak cuman daging ayam dan sapi.

(3) pembangunan peternakan berbasis budaya masyarakat, (4) mewujudkan korporasi peternakan domba kambing kegunaan menambah populasi dan produktifitas untuk menanggung keberlanjutan bisnis budidaya peternakan domba dan kambing, serta sediakan kebutuhan pangan masyarakat, (5) mengisi pasokan untuk pasar ekspor ke negara-negara regional ASEAN.

 

Menghasilkan rumusan pembinaan dan pembiayaan

Acara ini diharapkan sanggup menghasilkan sebuah rumusan kegiatan pembinaan dan pembiayaan untuk peternak domba kambing nasional. Tujuannya untuk membantu pembangunan peternakan domba kambing nasional terlebih dalam bisnis pembibitan dan pembiakan berbasis klaster bersama dengan sinergi antara pemerintah, HPDKI, Perbankan, dan BAZNAS.

Sugiono memberikan bahwa merujuk komitmen Nawacita mengenai terwujudnya kedaulatan pangan, peningkatan produktivitas rakyat dan kemandirian pangan, komoditas domba dan kambing merupakan area ekonomi rakyat yang strategis untuk dikembangkan.

“Dalam rencana program pengembangan domba dan kambing yang pas ini kepemilikannya kurang ekonomis, misalnya ditingkatkan disertai bersama dengan permohonan kuat dari para peternak, asosiasi, pihak perbankan, dan pemerintah kami yakin dapat sanggup mencukupi kebutuhan domestik dan peluang ekspor,” kata Sugiono.