Pengusaha harus memikirkan mutu produk yang bergantung pada berbagai aspek, termasuk desainnya. Sebelum merencanakan desain atau mutu produk, beberapa atribut produk yang diperlukan adalah sebagai berikut.

1) Bentuk produk

Bentuk produk meliputi warna, bungkus, merek, label, dan pelayanan perusahaan. Atribut produk tersebut selalu memiliki dua aspek, yaitu atribut yang menunjukkan aspek tangible dan aspek intangible.

a) Aspek tangible, yaitu aspek teknis yang tercermin dalam bentuk fisik produknya.
b) Aspek intangible, yaitu aspek sosial budaya yang tercermin pada tanggapan masyarakat terhadap pemakaian produk tersebut. Dengan demikian, pembeli yang memakai produk dengan desain atau atribut-atribut lainnya (bungkus, merek dagang, dan sebagainya) akan merasa bangga dan berada pada status sosial tertentu.

………………………….

Kunjungi Juga Spesifikasiproduk.com untuk mengetahui Review Produk-produk Terlaris di Pasaran Indonesia saat ini, agar tidak ketinggalan untuk mendapatkan diskon harga besar-besaran untuk setiap produk yang ditawarkan.

………………………….

Menurut Gitosudarmo, dalam perencanaan produk yang akan dihasilkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut.

a) Atribut produk Atribut yang beraspek teknis (tangible aspect) adalah yang berkaitan dengan kemampuan teknis dari produk tersebut, misalnya keawetan sepeda motor, enaknya musik didengar, nikmatnya rasa makanan, dan sebagainya. Aspek nonteknis merupakan aspek yang kasat mata (intangible aspect), seperti persepsi konsumen yang menggunakan produk tertentu.
b) Posisi produk Posisi produk merupakan pandangan konsumen terhadap posisi dari berbagai produk yang ditawarkan perusahaan. Produk yang berkenan dan produk yang tidak berkenan di hati konsumen dapat dianalisis dengan menggunakan “analisis posisi produk”. Analisis ini menentukan atribut utama penentu pemilikan suatu produk dari konsumen. Dalam menentukan posisi produk, manajemen harus memerhatikan produk-produk lainnya, terutama produk yang potensial. Penentuan posisi produk yang tepat akan memberikan gambaran tentang kedudukan produk yang dipasarkannya dalam peta pesaingan dengan produk-produk lainnya, juga menggambarkan kekuatan dan kelemahan produk dibandingkan dengan produk pesaingnya.
c) Siklus kehidupan produk (product life cycle) Setiap produk akan masuk dalam jangkauan hidup yang berbedabeda. Ada produk yang masanya panjang, ada pula produk yang masanya sangat pendek. Produk-produk yang bersifat mode memiliki siklus hidup yang pendek. Dengan demikian, daur hidup produk adalah masa hidup produk mulai dari saat dikeluarkan oleh perusahaan sampai dengan tidak disenangi lagi oleh konsumen.

Siklus produk terbagi menjadi empat fase, antara lain sebagai berikut.
(1) Tahap perkenalan; dalam tahap ini, penjualan perusahaan masih sangat lambat, laba masih rendah, bahkan kadang-kadang rugi karena sangat sulit untuk memperkenalkan produk baru kepada konsumen. Produk tersebut sering diperkenalkan, tetapi tidak banyak masyarakat yang mengetahuinya. Ini berarti perusahaan kurang efektif. Efektivitas tahap ini diukur dari banyaknya masyarakat yang mengenal produk baru.

(2) Tahap pertumbuhan; tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap perkenalan yang berhasil. Tahap ini ditandai dengan ciri-ciri berikut:
(a) para pemakai awal melakukan pembelian ulang, diikuti dengan pembelian-pembeli potensial;
(b) tingkat laba tinggi;
(c) harga tetap atau naik sedikit;
(d) biaya promosi tetap atau naik sedikit untuk menghadapi pesaing;
(e) penjualan meningkat secara tajam.
(f) biaya produksi per unit turun.

(3) Tahap kedewasaan; tahap ini menunjukkan adanya masa kejenuhan karena konsumen sudah mulai bosan sehingga akan sulit untuk meningkatkan penjualan produk tersebut. Hal ini tercermin pada garis siklusnya menjadi tidak setajam sebelumnya.

(4) Tahap penurunan; pada tahap ini masyarakat sudah tidak menyenangi produk tersebut sehingga penjualan akan merosot tajam. Ada beberapa faktor penjualan dalam tahap ini turun, yaitu:
(a) kemajuan teknologi;
(b) perubahan selera konsumen;
(c) ketatnya persaingan dalam negeri dan/atau luar negeri.

2) Portofolio Produk

Portofolio produk menjelaskan keadaan perusahaan yang memiliki beberapa macam produk yang dihasilkannya dan dipasarkannya kepada masyarakat luas. Dalam analisis portofolio ini, seluruh produk yang dipasarkan akan dianalisis secara keseluruhan secara bersamasama sehingga dari beberapa produk yang dipasarkan itu akan ada produk yang sedang berada pada posisi tertentu dan produk yang lain berada pada posisi berbeda.

Sumber: (Studi Kelayakan Bisnis – H. Dadang Husen Sobana, M.Ag.)