ASUS yang dikenal dengan produk gamingnya kembali merambah pasar seluler Indonesia dengan ROG Phone 3.

Kejutan apa yang dibawa oleh ROG Phone 3, yang menjanjikan perkembangan berikutnya dibandingkan ROG Phone 2 tahun lalu?

Sekilas ROG Phone 3 memiliki desain yang tidak jauh berbeda dengan ROG Phone 2. Namun, ada sedikit perubahan di sana-sini yang membuatnya terlihat berbeda.

Di bagian belakang masih terlihat bagian dari sistem pendingin aerodinamis, yang kini berada di bawah lapisan kaca sehingga seluruh bagian punggung rata. Fitur logo mata RGB akan tetap ditampilkan dengan lampu RGB dan tulisan Republic of Gamers.

Yang unik, kini ada sentuhan warna pelangi yang menambah cita rasanya. Sementara itu, modul kamera dengan tiga lensa disematkan pada housing oval dengan potongan sudut, di mana jajaran genjang generasi sebelumnya tidak ada.

Selain itu, desain ROG Phone 3 kurang lebih sama dengan desain USB-C yang tertera di bawah, tambahan USB-C dan port tambahan untuk aksesori di kiri, AirTrigger 3 di kanan, dan dua speaker yang tidak lagi memiliki pola strip oranye.

ASUS telah memposisikan port aksesori dan USB-C agar posisi tangan tidak terganggu saat bermain game sambil mengisi daya atau menggunakan aksesori. Demikian pula, posisi loudspeaker yang menembak lurus ke depan tidak dinonaktifkan, karena terhalang oleh tangan.

Layar ROG Phone 3 terbilang cukup besar dengan bentangan sayap hingga 6,59 inci. Desainnya memang tidak semodern kebanyakan ponsel saat ini, yang memiliki mode layar penuh dengan notch. Secara pribadi, bagaimanapun, saya lebih suka desain ini jika memungkinkan karena pandangan tidak terganggu oleh poni yang memotong konten, terutama saat bermain.

Hanya saja membuat bodinya lumayan besar. Belum lagi bobotnya, yang juga dinilai lebih berat dari kebanyakan ponsel saat ini. Tapi itu semua bisa dimaklumi jika Anda melihat spesifikasi yang terkandung di dalamnya sebagai monster.

Beberapa perubahan minor tersebut membuat ROG Phone 3 tampil lebih mainstream, namun jangan lupakan jalur permainan yang menjadi ciri khasnya. Di satu sisi, perubahan ini terasa menyenangkan karena ROG Phone 3 bisa lebih baik digunakan oleh kelompok yang berbeda, di sisi lain kurang terasa.

Namun, ini jatuh ke tangan setiap pengguna, karena ada pemain yang menyukai RGB dan ada juga pemain yang lebih menyukai desain yang tenang. Tentu saja, ROG Phone 3 menjamin pengalaman bermain game terbaik yang Anda dapatkan.

Pasalnya, dapur pacunya memiliki chipset Qualcomm Snapdragon 865 Plus dengan kecepatan hingga 3,1 GHz. Chipset ini juga ditemani RAM LPDDR5 8 GB dan storage UFS 3.1 128 GB untuk memenuhi kebutuhan semua jenis aplikasi saat ini.

Performa adalah salah satu faktor utama dalam rangkaian produk ROG. Tak heran jika ASUS tak menahan diri dan kembali menghadirkan spesifikasi berkualitas tinggi untuk performa maksimal.

Anda pasti bertanya-tanya berapa banyak benchmark yang didapat ROG Phone 3, bukan? Saat diuji dengan AnTuTu, ponsel gaming ini mencetak 632.157 poin, mengalahkan 97% dari pengguna lain dan menempati posisi teratas dari semua ponsel yang diuji oleh tim Gadgetren.

Sedangkan CPU memperoleh skor 5.982 poin untuk single core dan 3.068 poin untuk multi core saat diuji dengan Geekbench. Tes Sling Shot di 3DMark untuk tes GPU mencapai 9.758 poin.

Dengan performa tersebut, tentunya kemampuan ROG Phone 3 untuk menjalankan game tidak bisa dimungkiri. Terlepas dari jenis gimnya, dari MMO kasual hingga serius, gim ini dapat dengan mudah dikalahkan bahkan pada pengaturan grafis tinggi.

Misalnya, Free Fire bisa berjalan sangat mulus dengan pengaturan ultra-grafis, FPS tinggi, dan resolusi tinggi. Begitu juga di Mobile Legends yang bisa dimainkan dengan lancar dengan semua pengaturan grafis yang aktif.

Artikel ini dipersembahkan untuk tekno farm dengan url resminya teknofarm.net, terima kasih sudah membaca artikel ini.