Asma adalah peradangan kronis, atau peradangan, penyakit saluran napas yang menyebabkan penyumbatan jalan napas dan ditandai dengan mengi, sesak napas, dada sesak, dan batuk kratom wholesale kilo.

Faktor yang bisa menyebabkan asma antara lain infeksi virus, alergi, merokok, stres, bahkan obat-obatan tertentu yang bisa memicu asma. Oleh karena itu, penderita asma perlu menghindari faktor pemicu asma. Terapi obat untuk asma tentu penting dan dibutuhkan baik secara oral maupun inhalasi.

Nah, bagi Anda yang suka teh, ada enam teh herbal yang bisa membantu meredakan gejala asma.

1. Teh jahe

Jahe (Zingiber officinale) adalah salah satu rempah terkuat. Senyawa yang dikandungnya dapat memiliki efek antiinflamasi, antibakteri, dan antijamur, meredakan mual dan menurunkan kadar gula darah.

Biasanya orang Indonesia menggunakan jahe sebagai bumbu makanan atau minuman seperti jahe. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu meredakan gejala asma. Penelitian pada sel manusia menunjukkan bahwa dua senyawa dalam jahe, yaitu gingerol dan shogaol, berperan dalam meredakan gejala asma dengan cara mengurangi peradangan pada saluran udara.

Studi dua bulan lainnya menemukan bahwa 92 pasien asma mengonsumsi 450 mg ekstrak jahe atau plasebo setiap hari. 20% dari kelompok jahe mengalami lebih sedikit mengi dan 52% lebih sedikit sesak dada.

Teh jahe ini dikemas seperti kantong teh dan bisa dibeli secara online. Tetapi jika Anda ingin membuat teh jahe sendiri, Anda juga bisa. Yakni dengan mengoleskan jahe yang sudah dikupas dan dibersihkan, kemudian direndam dalam 240 ml air panas selama 10-20 menit lalu disaring. Tambahkan lemon, madu, atau kayu manis jika Anda mau.

2. Teh hijau

Siapa yang belum pernah mendengar minuman teh Camelia sinensis yang populer ini? Teh hijau kaya akan antioksidan dan dapat membantu menurunkan berat badan, mengurangi risiko diabetes melitus tipe 2, dan meredakan gejala asma.

Dalam penelitian dengan hewan uji, antioksidan dalam teh hijau dapat membantu mengurangi peradangan di paru-paru. Sebuah penelitian terhadap lebih dari 1.000 orang yang minum dua cangkir teh hijau berukuran 240 ml memiliki fungsi paru-paru yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak minum teh hijau.

Teh hijau juga mengandung kafein yang dapat melemaskan saluran udara selama 4 jam dan meredakan gejala asma untuk sementara.

3. Teh hitam

Seperti halnya teh hijau, teh hitam mengandung kafein yang berfungsi sebagai stimulan yang dapat membantu meningkatkan fungsi paru-paru dan meredakan gejala asma untuk sementara.

Teh hitam juga terbuat dari daun Camelia sinensis yang terkena udara menyebabkan oksidasi. Jadi hasil akhirnya coklat, teh hitam. Teh hitam juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes melitus tipe 2.

4. Teh eukaliptus

Salah satu senyawa yang terdapat pada kayu putih adalah kayu putih. Eucalyptol sendiri meredakan asma dengan mengurangi peradangan, mengurangi produksi lendir, dan dapat meredakan bronkiolus.

Teh kayu putih ini dibuat dari daun pohon ekaliptus. Teh ini sudah dijual secara online. Namun, jika ingin membuatnya sendiri, Anda juga bisa menyaring dan membuat teh kayu putih dengan merendam daun kayu putih kering dalam air 240ml selama 10 menit.

5. Teh akar manis

Teh akar manis adalah teh yang dibuat dari akar tanaman kayu manis (Glycyrrhiza glabra). Seperti namanya, licorice memiliki rasa manis alami, sehingga akar licorice biasanya digunakan sebagai penyedap rasa pada makanan.

Dalam pengobatan tradisional, akar licorice dipercaya dapat membantu mengatasi berbagai gejala, salah satunya penyakit asma.

Pada penelitian dengan hewan uji, ekstrak akar licorice yang mengandung senyawa glycyrrhizin dapat membantu meredakan gejala asma, terutama yang dikombinasikan dengan terapi obat, yaitu salbutamol atau albuterol. Penelitian pada manusia juga telah dilakukan dan menunjukkan hasil yang sama. Namun, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Meski berasal dari alam, namun jangan mengonsumsi licorice secara berlebihan agar tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Untuk melakukan ini, Anda perlu membatasi minum teh licorice, yang setara dengan hanya satu cangkir (240 ml) per hari. Jangan lupa konsultasikan dulu ke dokter.