Unsur Daftar Pustaka yang Baik dan Benar

Unusur-unsur utama dalam sebuah daftar pusata tentu saja tidak luput menjadi perhatian anda ketika sudah memulai menulis sebuah karya ilmiah yang mengharuskan menaruh sumber secara mendetail dan lengkap.

Ada rumus sederhana yang sampai sekarang berlaku secara baku dalam penulisan daftar pusata yakni :

  1. Nama penulis dibali, kemudian disusul dengan mencantumkan tahun terbit, setelah itu judul buku, dan terakhir kota terbit dan siapa penerbitnya.

Biar semakin jelas akan kami berikan tambahan penjelasan sederhana kepada sahabat semua. Dimana dari sisi letak sendiri daftar pustaka lokasinya paling belakang yang biasanya akan di letakan setelah bab kesimpulan.

Sedangkan dari sisitematikan penulisan sendiri kurang lebih seperti ini urutan yang benar:

  • Lokasi penulisan daftar pusataka berada pada bagian tengah halaman
  • Huruf awal wajib kapital dengan jarak 7cm atau (1/4) bagian halaman dari pinggir atas halaman.
  • Seluruh daftar pustaka yang anda ambil sebagai sumber haru disusun rapi berdasarkan alfabetis menurut abjad nama pengarang dan lembaga yang menerbitkan, tanpa nomor urut.
  • Semua sumber anda tulis dengan jarak 1 spasi
  • Kemudian dari sisi jarak gunakan dua spasi
  • Semua unsur daftar pusataka menggunakan tanda titik dalam pemisahnya kecuali pada bagian nama dengan dua unsur atau lebih dipisah menggunakan tanda baca koma (,). dan setelah penulisan nama kota diberi tanda titik dua (:).

Sedangkan dari sisi susunan dalam penyebutan unsur pada daftar pusataka yang baik dan benar adalah sebagai berikut:

  1. Yang paling utama adalah nama yang menulis buku
  2. Kemudian urutan kedua tahun berapa buku yang anda gunakan menjadi daftar pusataka diterbitkan
  3. Kemudian apa judul buku atau sumber yang anda gunakan
  4. Dan dimana terbitnya, kalau mengambil dari kutipan misalkan maka tanggal berapa anda mengutip bisa disertakan sebagai informasi tambahan
  5. Dan yang terakhri nama lembaga penerbit buku tersebut, contohnya nama penerbit beken di indonesia ada earlangga, dll.

Berikut ini salah satu contoh daftar pustaka yang baik dan benar :

Abdul, J. Iskandar. 1992. Pendidikan Seni Teater, Buku SMA. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Dan masih banyak contoh yang lainya intinya adalah ini sangat mudah anda mengerti kalau sudah mulai berkecimpung dalam penulisan karya ilmiah.