makanan penyebab kanker payudara

Makanan penyebab kanker payudara mungkin tidak banyak dipahami. Karena memang bagaimana kanker berkembang sendiri belum sepenuhnya dapat terkuak. Dan pada kesempatan ini kita akan melihat bagaimana pola makan kita ternyata dapat mempengaruhi resiko kita terhadap kanker payudara, mengutip dari deherba.com.

Gambaran Seputar Hal Yang Menyebabkan Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan ancaman kanker kedua paling banyak muncul pada wanita. Juga merupakan salah satu keganasan sel yang mematikan. Dan tanpa banyak orang sangka, apa yang Anda makan mungkin mempengaruhi resiko Anda terhadap jenis kanker ini.

Kanker payudara sebenarnya banyak berkaitan dengan masalah hormonal. Sebagaimana di dalam payudara terdapat kelenjar susu, yang aktivasinya dipengaruhi oleh unsur hormon. Sedang sebagian besar kasus kanker payudara berawal dari sel sel pembentuk kelenjar susu.

Kanker payudara memiliki hubungan erat dengan hormon estrogen dan progesteron. Dalam hal ini estrogen merupakan hormon pembawa unsur kewanitaan. Kadar estrogen seharusnya berimbang dengan kadar progesteron dan androgen.

Bila keseimbangan ini terganggu, dan estrogen mendominasi secara berketerusan, maka ini akan mempengaruhi kesehatan kelenjar susu pada payudara. Aktivitas berlebihan yang tidak seharusnya akan terjadi dan ini memicu terbentuknya massa dan peradangan yang bila diabaikan dapat mengacu pada kanker.

Apa Makanan Penyebab Kanker Payudara?

Dan salah satu aspek yang mungkin berkaitan dengan hormon ini adalah apa yang Anda makan sehari hari. Sejumlah asupan dapat mempengaruhi kadar hormon dalam tubuh. Hingga makanan berikut ini dapat menjadi penyebab kanker payudara.

Lemak

Lemak sangat berasosiasi dengan estrogen. Wanita dengan tubuh lebih gemuk cenderung memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi. Ini karena lemak berperan dalam proses produksi hormon sekaligus menstimulasi produksi hormon ini.

Jadi, dengan mengonsumsi makanan kaya lemak sebenarnya juga akan meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh. Dan ini akan berbahaya pada jangka panjang. Termasuk memicu terjadinya kanker pada payudara.

Alkohol

Alkohol pada dasarnya diijinkan untuk dikonsumsi dalam batas moderat. Bahkan dalam sejumlah riset, minum beralkohol dapat saja baik untuk kesehatan pembuluh darah dan otak. Tetapi semua akan berbeda ketika Anda mengonsumsi alkohol berlebihan.

Karena efek alkohol akan menimbulkan efek iritasi dan pro inflamasi. Sehingga meningkatkan potensi peradangan yang berat pada seseorang. Namun yang terpenting, alkohol dapat mendorong peningkatan produksi estrogen. Dan ini yang menyebabkan alkohol juga dapat meningkatkan resiko kanker.

Tahu dan tempe

Dalam jumlah wajar, makanan dengan bahan baku tahu dan tempe sepenuhnya aman dan sehat. Bahkan tempe sendiri dinobatkan sebagai makanan superfood. Tetapi tentu saja apapun yang berlebihan akan berbahaya.

Sebagaimana ketika Anda berlebihan dengan tempe dan tahu. Sebenarnya ini karena bahan baku kedua makanan ini, kedelai yang ditemukan mengandung fitoestrogen. Unsur ini dalam asupan yang wajar tidak berbahaya, tetapi bila berlebihan akan menambah jumlah estrogen alami dalam tubuh.

Gula

Makanan manis pada dasarnya akan mendorong tubuh membentuk androgen. Sejenis hormon yang membawa efek kelaki lakian. Ketika jumlah androgen berlebihan, maka tubuh secara alami akan merubah kelebihan androgen ini menjadi estrogen. Di saat inilah bahaya datang.

Selain itu, gula juga bersifat pro inflamasi atau pro peradangan. Hingga berlebih dalam mengonsumsi gula sendiri akan meningkatkan resiko seseorang untuk mengidap kanker. Karena kebanyakan kanker diawali dari perkembangan peradangan yang serius.

Daging merah

Daging merah diketahui akan mengalami perubahan unsur kimia yang tidak sehat apabila dipanaskan dengan intens. Hanya saja unsur kimia ini setara dengan nitrit yang pada dasarnya adalah unsur karsinogen.

Kondisi akan diperburuk bila daging merah dibakar hingga terbentuk pola hangus pada permukaan daging. Daging yang telah melalui proses ini akan memiliki citarasa asap yang kuat. Namun deherba.com menekankan ini akan dapat meningkatkan resiko kanker pada seseorang.